Kebumen, 25 Juli 2025 — Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Desa Wisata tahun 2025 pada tanggal 23–24 Juli 2025 di Auditorium IAINU Kebumen. Kegiatan ini diikuti oleh 248 mahasiswa peserta KKN yang akan diterjunkan ke 11 kecamatan dan 20 desa di Kabupaten Kebumen.
Dalam sambutannya, Rektor IAINU Kebumen, Benny Kurniawan, memberikan pesan moral kepada para mahasiswa untuk senantiasa menjaga nilai-nilai lokal yang berlaku di lokasi KKN. “Mahasiswa tidak boleh merasa paling hebat. Justru harus hadir dengan semangat belajar, rendah hati, dan menghargai kearifan lokal yang ada di masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan pembekalan diisi oleh sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Wakil Rektor I, Faisal, menyampaikan materi tentang Perguruan Tinggi dan Pengabdian Masyarakat, dilanjutkan dengan Agus Salim Chamidi selaku Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU yang memaparkan materi bertajuk “Dari Masjid Menjaga Alam”. Selain itu, Ketua Pokdarwis Kabupaten Kebumen, Taufik Hidayat, mengangkat potensi pengembangan desa wisata di Kebumen, dan Duta Literasi Digital Rina Rohmatun Hidayat mengulas peran strategis desa dalam menjangkau dunia global melalui tema “Dari Desa Menyapa Dunia”.
Ketua LPPM IAINU Kebumen, Fikria Najitama, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung tema “Dari Masjid Menjaga Alam, Dari Desa Menyapa Dunia”, sebagai refleksi dari integrasi antara nilai-nilai spiritual Islam dan semangat pemberdayaan masyarakat yang berbasis lokal serta berpandangan global.
“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat transformasi sosial dan ekologis. Mahasiswa KKN harus mampu menginisiasi gerakan ekologis dari ruang spiritual masyarakat, melalui edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, serta praktik ibadah yang ramah lingkungan,” ujar Fikria.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa frasa “Dari Desa Menyapa Dunia” menjadi simbol bahwa desa bukan tempat yang tertinggal, melainkan ruang hidup yang kaya dengan gotong royong dan solusi komunitas. Mahasiswa diharapkan mampu mendokumentasikan praktik baik di desa, dan menyebarkannya melalui media serta kolaborasi lintas daerah bahkan internasional.
Program KKN Berdampak Desa Wisata 2025 IAINU Kebumen bukan hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, namun juga momentum pembelajaran untuk membangun jembatan antara nilai-nilai Islam, kepedulian lingkungan, dan semangat globalisasi berbasis lokalitas.

