Modal Semangat Mengabdi, 2 Mahasiswa Keren KKN Internasional di Selangor Malaysia

Selangor Malaysia – Dua Mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang juga santri pesantren yakni Ngarif Fathulloh dan Akhmad Solikhudin nekad mengikuti KKN International di Malaysia. Bermodal semangat untuk belajar, mereka berani out of box dengan mengambil bagian dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Tahap IV di SB Sungai Besi Indah Selangor Malaysia. Selama 28 hari (14 Januari – 14 Februari 2025) mereka telah mendapatkan pengalaman berharga sebagai mahasiswa dalam melakukan pengabdian bagi anak-anak yang belajar di sana.

Selama menjalankan pengabdian di SB Sungai Besi Indah, kedua mahasiswa KKN International dengan Dosen Pembimbing Sobary Waluyo Sejati dan Fikria Najitama,  telah mengadakan berbagai kegiatan edukatif yang menarik. Di antaranya: menyelenggarakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), membimbing anak-anak dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Pengenalan Lagu Indonesia; memperkenalkan kekayaan budaya melalui lagu-lagu nasional; Pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB); menanamkan disiplin dan kebersamaan; Belajar pantun; melatih kreativitas dan kecakapan berbahasa; Mewarnai gambar;  mengembangkan imajinasi dan keterampilan motorik anak-anak; dan berbagai aktivitas seru lainnya yang memberikan suasana belajar yang menyenangkan.

Ngarif menjelaskan, “Meskipun terdapat keterbatasan fasilitas, namun semangat belajar anak-anak SB Sungai Besi tetap membara”. Jelasnya. “merasa senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan mereka. Kebersamaan yang terjalin selama program ini menjadi kenangan yang berharga bagi semua pihak” ungkap Solikhudin.

Solikhudin juga berpesan kepada anak-anak untuk tetap semangat, sabar, dan konsisten dalam mendidik generasi muda. Kolaborasi dengan wali murid sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak dan terus berkembang. Adapun harapan mereka terhadap KKN Internasional ke depan, semoga program ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga ilmu yang telah diberikan tidak hanya membekas dalam ingatan, tetapi juga bermanfaat bagi kehidupan anak-anak di masa depan. (lppm)